ETNOKOSMOLOGI (ETHNOCOSMOLOGY)

Sinopsis Kursus

Course Synopsis

Setiap manusia hidup berbumbungkan langit malam. Sepanjang tempoh 8000 tahun semenjak manusia muncul dalam lipatan sejarah planet ini, manusia hanya mulai menjejakkan kaki di angkasa lepas sejak 60 tahun yang lalu. Sebelum tahun 1960-an, penghayatan umat manusia terhadap langit malam bergantung kepada cerapan gelombang elektromagnet yang dilakukan menggunakan mata kasar, teleskop cahaya, dan teleskop bukan cahaya. Justeru, perkembangan pesat bidang astronomi, astrofizik, dan kosmologi kebelakangan ini hanyalah merupakan satu babak baru dalam satu kisah panjang berkenaan ketakjuban umat manusia terhadap langit malam. Kursus ini bertujuan menelusuri asal-usul dan perkembangan hubungan erat umat manusia dengan langit malam. Berbekalkan pengetahuan dan kemahiran asas dalam ilmu sejarah, antropologi, dan astronomi, murid-murid akan menggali dan mengenal pasti sumbangan budaya masing-masing terhadap ilmu astronomi moden, kemudian membandingkan faktor-faktor yang menggalakkan bercambahnya ilmu astronomi dalam setiap peradaban, dan akhirnya menyedari ilmu astronomi sebagai perakam nilai-nilai kemanusiaan yang sejagat.Murid-murid akan dilatih untuk menyiasat tinggalan petanda-petanda astronomi yang wujud dalam peradaban berlainan, menganalisis dan mentafsir bahan artifak sejarah, dan kemudian melakukan rekonstruksi sejarah tentang cara hidup masyarakat tersebut yang dicorakkan oleh kejadian astronomi.Di akhir kursus ini, murid-murid diharap akan menyedari ilmu astronomi memiliki sejarah yang panjang dan lumayan, ilmu astronomi merupakan warisan sejagat dan bukan milik satu peradaban semata-mata, serta pengaruh dan manfaat ilmu astronomi melimpahi lingkungan saintifik semata-mata.

Each individual lives and dies underneath the night sky. Since our first appearance on this planet nearly 8000 years ago, humankind has only begun to venture into outer space approximately 60 years ago. Prior to the 1960s, our appreciation of the night sky has relied upon detecting and collecting electromagnetic signals from outer space, firstly through our own eyes, then the optical telescopes, and most recently, non-optical telescopes. Therefore, the rapid progress in astronomy, astrophysics, and cosmology in the past few decades is but the latest episode in the long drama of humankind’s fascination with the night sky. This course aims to trace the origins and growth of humankind’s relationship with the night sky. Equipped with basic knowledge and skills in history, anthropology, and astronomy, students will excavate and identify the contributions by different cultures towards modern astronomy, then compare the various factors that promoted the development of astronomy in each civilizations, so that they may realize the extent to which universal, humanistic values are embedded in astronomy. Students will be trained to investigate clues of significant astronomical events in the histories of different civilizations, to analyze and interpret historical artifacts, and to perform historical reconstructions of events in past societies shaped by astronomical phenomena. At the end of this course, students will recognize the long and rich histories of astronomy, the night sky as a cultural heritage, and the broader, trans-scientific role and value of astronomy in human civilization.

Ketua Modul (Key Instructor)
Wan Mohd Aimran bin Wan Mohd Kamil
E-mel: aimran@ukm.edu.my

Instruktor (Instructor):
Wan Mohd Aimran bin Wan Mohd Kamil

Pembantu Pengajar (Teaching Assistant):
Nurul Fatini binti Jaafar

Pembantu Pelajar (Students Assistant):
Azhar bin Ab Halim

PPCS Weekly Award