Loading Events

« All Events

KITA Discourse Series No. 2/2026: “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah” dan “Syarak Mengato, Adat Memakai”: Studi Kekerabatan Etnolinguistik Dalam Adagium Melayu Jambi-Malaysia

26 August @ 10:00 am - 12:00 pm

“ADAT BERSENDI SYARAK, SYARAK BERSENDI KITABULLAH” DAN “SYARAK MENGATO, ADAT MEMAKAI”: STUDI KEKERABATAN ETNOLINGUISTIK DALAM ADAGIUM MELAYU JAMBI-MALAYSIA

By:

PROF. DR. SUPIAN, S.AG, M.AG
Dekan,
Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan,
Universitas Jambi, Indonesia

26 August 2026 (Wednesday)
10:00 a.m. – 12:00 p.m.
KITA Meeting Room,
Level 4, Administration Building,
Kolej Keris Mas, Universiti Kebangsaan Malaysia,
Bangi, Selangor

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kekerabatan etnolinguistik dalam isi dua adagium Melayu, yaitu “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah” dan “Syarak Mengato, Adat Memakai”, sebagai representasi nilai dasar masyarakat Melayu di Jambi (Indonesia) dan Malaysia. Fokus utama diarahkan pada persamaan kekerabatan kedua adigium ini dalam refleksi dan integrasi antara adat lokal dan nilai-nilai Islam sebagai fondasi etika kolektif, serta bagaimana keduanya diwariskan, dimaknai, dan dilembagakan dalam struktur sosial yang berbeda. Untuk itu, menggunakan pendekatan kualitatif komparatif berbasis etnolinguistik dan antropologi budaya, studi ini menelusuri bentuk-bentuk kesamaan konseptual dan praktik antara dua komunitas Melayu yang terpisah secara geografis namun berdekatan secara historis dan kultural. Data dikumpulkun melalui dokumen dan manuskrip sejarah serta buku maupun artikel ilmiah terkait. Data dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data serta verifikasi berupa keabsahan data berdasarkan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik di Jambi maupun di Malaysia, adagium tersebut bukan hanya menjadi prinsip normatif, tetapi juga kerangka epistemologis yang menjembatani antara norma keagamaan dan praktik adat. Adagium di Jambi ini memokuskan hakikat hidup dalam tatanan sosial berbasis komunitas, terutama melalui ritual adat, hukum waris, dan musyawarah kampung. Sementara di Malaysia, adagium yang sama dilembagakan dalam kerangka negara-bangsa melalui pendidikan Islam, kebijakan kebudayaan, dan sistem perundang-undangan syariah. Keduanya mengindikasikan pola pewarisan nilai yang serupa, yaitu penempatan Islam sebagai sumber legitimasi moral yang diterapkan melalui kanal-kanal adat yang kontekstual. Kekerabatan ini menjadikan melayu lintas negara masih memeiliki kesamaan yang kental berbasis keagamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai Islam dan budaya lokal dapat berinteraksi secara harmonis dalam membentuk identitas kolektif. Selain itu, kajian ini menegaskan bahwa adagium tersebut mengandung filosofi sosial yang kohesif dan bersifat lintas batas, menjadikannya kunci dalam menelusuri jaringan kekerabatan budaya Melayu di Asia Tenggara. Upaya penelitian ini diharapkan mampu membukakan ruang pemaham baru mengenai relasi Melayu lintas batas negara, tanpa menutup kemungkinan bagi pembacaan-pembacaan lanjutan yang lebih mendalam dan multidisipliner.

Presenter’s Profile

Prof. Dr. Supian S.Ag., M.Ag. merupakan Profesor dalam bidang Pemikiran Islam di Universitas Jambi, Indonesia. Beliau kini berkhidmat sebagai Dekan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jambi. Beliau memperoleh Ijazah Sarjana daripada IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Ijazah Sarjana (M.Ag.) daripada IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebelum menamatkan pengajian Doktor Falsafah (Ph.D.) dalam bidang Pemikiran Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kepakaran akademik beliau merangkumi pemikiran Islam, falsafah Islam, sejarah Melayu, sejarah Islam, hukum adat Melayu, pendidikan Islam, serta hubungan antara agama, budaya dan masyarakat Melayu. Beliau turut aktif menjalankan penyelidikan berkaitan budaya serumpun Melayu, eco-spirituality, pendidikan agama, sejarah Melayu Jambi, masyarakat adat dan pembangunan sahsiah berasaskan nilai-nilai Islam. Sebagai seorang sarjana yang prolifik, Prof. Dr. Supian telah mengetuai pelbagai projek penyelidikan dan khidmat masyarakat yang dibiayai oleh Universitas Jambi serta agensi-agensi yang berkaitan. Beliau juga telah menghasilkan puluhan artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal berwasit di peringkat kebangsaan dan antarabangsa, termasuk jurnal berindeks Scopus dan SINTA, selain menulis beberapa buah buku dalam bidang sejarah Melayu, pemikiran Islam dan pendidikan. Di samping kecemerlangan akademik, beliau aktif membimbing para mahasiswa melalui pelbagai program kepimpinan, kebudayaan Melayu, pembangunan sahsiah dan pengembangan Tilawah al-Quran. Sumbangan beliau dalam memperkukuh hubungan intelektual dan budaya Melayu serantau, khususnya antara Indonesia dan Malaysia, menjadikan beliau antara tokoh akademik yang signifikan dalam pengajian Melayu dan pemikiran Islam kontemporari..

Tentative Programme:

  • Date: 26 August 2026 (Wednesday)
  • Time: 10:00 a.m. – 12:00 p.m.
  • Venue: KITA Meeting Room, Level 4, Administration Building, Kolej Keris Mas, UKM Bangi
  • Platform: Zoom

10:00 a.m. Registration

10:15 a.m. Introduction & Welcoming Remarks

10:20 a.m. Presentation by Prof. Dr. Supian

11:35 a.m. Q & A

12:00 p.m. Closing

Disclaimer: The views expressed in the presentation(s) are those of the presenter(s) and do not necessarily represent the views of the Organizers.

Note: KITA’s involvement in the activities mentioned herein contributes towards the following SDG(s) of the UN Sustainable Development Goals: SDG4, and SDG17.

Join via Zoom

Loader Loading...
EAD Logo Taking too long?

Reload Reload document
| Open Open in new tab

Download [310.93 KB]

Details

Venue

  • KITA Meeting Room
  • Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
    Bangi, Selangor 43600 Malaysia
  • Phone +603-89214641

Organiser